Langsung ke konten utama

Cita-citaku....

Aku pernah jadi peternak ikan mas yang handal di Cianjur
Aku pernah menjadi agen asuransi di sebuah perusahaan asuransi milik pemerintah, Koperasi Asuransi Indonesia
Aku pernah jadi pekerja kasar / kuli di sebuah perusahaan kontraktor pembangunan jalan PT.Kumagai Kadi Kumadoro. Jalan Utama Serang-Pandeglang adalah "meja kerja" ku saat itu
Aku pernah jadi pengrajin emas (membersihkan dan membuat sentuhan akhir) 80 % di sebuah gang .. Gg Widisastra di daerah Pagarsih Bandung 
Aku pernah menjadi karyawan termuda dengan jabatan account officer di sebuah Bank Pemerintah
Aku pernah menjadi peternak cacing yang sukses membudidayakan cacing (tapi tidak sukses memasarkannya, hmmm..)
Aku pernah jadi pedagang di salah satu pasar di daerah Cianjur Jawa Barat : Pasa Ciranjang
Aku pernah menangani administrasi kantor kebun di sebuah perusahaan kelapa sawit (sebagai kepala tata usaha (KTU)
Aku pernah dipercaya menangani pembelian barang di perusahaan perkebunan
dan saat ini aku sedang menjalani hari-hariku sebagai kepala divisi angkutan di sebuah perusahaan angkutan dan rental alat berat
Sudah selayaknya aku bersyukur sama Alloh, sebab begitu banyak waktu dan berbagai kesempatan, pengalamanyang dan ilmu yang Dia berikan padaku
Tapi itulah masalahnya... aku masih belum merasa puas dan belum benar-benar bersyukur, sebab aku belum menjadi aku seperti aku yang aku inginkan : Menjadi manusia yang pandai bersyukur !

Jika Tuhan masih memberikanku kesempatan, aku masih inginkan satu profesi sebelum aku tutup usia : Menjadi Penulis Profesional. Selain aku ingin hidup dari menulis. Kenapa Penulis ?. Karena itu hobi-ku dan penulis adalah salah satu profesi yang tidak mengenal kata pensiun. Selain itu aku juga ingin menjadi salah satu "harimau yang meninggalkan belang", manusia yang meninggalkan sesuatu yang bermanfaat...!!

Jika ada rekan yang kurang setuju dengan judul tulisan ini, saya mengijinkan untuk menggantinya dengan judul lain, "Curiculum Vitae" misalnya... atau apa lah... silahkan saja. Yang lebih penting, akan sangat membantu saya jika ada yang bersedia sharing atau bahkan menerbitkan buku saya yang saat ini belum saya tulis...

Amin !!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Blog Tidak Untuk Dibaca

Aku sangat yakin, blog ini tidak akan banyak dikunjungi netizen, sebab contentnya tidak ada yang khas apalagi penting. Tapi blog ini penting artunya bagiku : tempat aku bercerita dikala tak ada siapapun disekitarku. Aku tak pernah merasa sepi dalam jangka waktu lama, selama jaringan internet tersambung jauh ke tempat ramai hingar bingar.. tempat yang hanya ku bayangkan dari kebun sawit ini. Tempat dimana aku menghabiskan separuh hidupku .. bahkan mungkin tempat terakhirku  "menunggu panggilan" terakhirNya. Di tempat yang sedikit terisolasi ini aku sudah sangat merasa nyaman. Selalu begitu. Aku akan cepat betah dimanapun Tuhan menaruhku. Bagiku, semua tempat sama saja. Gemericik gerimis, riuhnya suara hujan lebat, teduh dan teriknya matahari, terpaan kencang dan terkadang semilirnya angin, gulita dan kilauan bintang di malam hari, temaram dan pendarnya bulan, gerah dan sejuknya sapaan pagi aku rasakan sama saja disemua titik kordinar bumi ini. Kenapa mesti galau ketika kita ...

Khasiat Temulawak untuk Obat Hepatitis

Saya pernah di diagnosa menderita penyakit hepatitis oleh dokter perusahaan dimana tempat saya bekerja, dan sempet opname selama 3 hari. Saya sempet hopeless sebab sebagian orang menganggap penyakit ini salah satu penyakit berat, dan yang mengganggu pikiran saya adalah hepatitis juga merupakan penyakit menular. Untungnya selain memberikan obat medis dokter yang juga temen saya itu juga menyarankan agar saya mengkonsumsi temulawak. Untuk memperkuat keterangan dokter, saya pun rajin mencari informasi mengenai penyembuhan hepatitis dengan temulawak di internet... dan ternyata banyak artikel yang memperkuat pendapat / saran dokter tersbut. Saran dokter tersebut saya jalankan dengan cara meminum temulawak secara rutin satu gelas setiap hari. Cara saya membuat obat dari temulawak bisa berbeda, tergantung kondisi dan ketersediaan alat untuk mengolahnya, tetapi jumlah temulawak yang saya olah tetap sama kira-kira seukuran 2 siung bawang putih. Cara pertama : Alat : Blender, Pisau dapu...