Saya pernah di diagnosa menderita penyakit hepatitis oleh dokter perusahaan dimana tempat saya bekerja, dan sempet opname selama 3 hari. Saya sempet hopeless sebab sebagian orang menganggap penyakit ini salah satu penyakit berat, dan yang mengganggu pikiran saya adalah hepatitis juga merupakan penyakit menular. Untungnya selain memberikan obat medis dokter yang juga temen saya itu juga menyarankan agar saya mengkonsumsi temulawak.
Untuk memperkuat keterangan dokter, saya pun rajin mencari informasi mengenai penyembuhan hepatitis dengan temulawak di internet... dan ternyata banyak artikel yang memperkuat pendapat / saran dokter tersbut.
Saran dokter tersebut saya jalankan dengan cara meminum temulawak secara rutin satu gelas setiap hari. Cara saya membuat obat dari temulawak bisa berbeda, tergantung kondisi dan ketersediaan alat untuk mengolahnya, tetapi jumlah temulawak yang saya olah tetap sama kira-kira seukuran 2 siung bawang putih.
Cara pertama :
Alat : Blender, Pisau dapur, sendok makan dan saringan teh/saringan kopi
Bahan : temulawak seukuran 2 siung bawang putih, 1 gelas air putih dan 4 sendok makan gula pasir
Cara membuat :
Temulawak (yang telah di kupas) + 1 gelas air + 4 sendok gula pasir di blender sampai halus
Saring hasil blender ke dalam gelas dengan menggunakan saringan teh / saringan kopi
Setelah disaring kadang saya langsung meminumnya atau memasaknya sampai mendidih terlebih dahulu
Cara kedua :
Alat : Pisau dapur, kompos, panci dan sendok makan (atau alat pengaduk lain)
Bahan : temulawak seukuran 2 siung bawang putih, 1.5 gelas air putih dan 4 sendok makan gula pasir
Cara membuat :
Kupas dan iris Temulawak dengan ukuran kira-kira sebesar irisan bawang merah yang biasa di goreng
Didihkan (masak) temulawak + 1,5 gelas air + 4 sendok makan gula pasir sampai kira-kira menjadi 1 gelas air
Setelah dingin, obat siap diminum
Setelah saya meminum jamu temulawak selama lebih kurang 2 minggu saya kembali memeriksakan diri ke dokter, dan alhamdulillah, hasilnya sangat mengejutkan karena kadar SGOT, SGPT dan indikator lainnya sudah lebih baik dari normal...
Sampai dengan saat ini saya masih meminum jamu temulawak untuk menjaga kesehatan, tetapi tidak tiap hari..
Itulah pengalaman saya, semoga bermanfaat
Untuk memperkuat keterangan dokter, saya pun rajin mencari informasi mengenai penyembuhan hepatitis dengan temulawak di internet... dan ternyata banyak artikel yang memperkuat pendapat / saran dokter tersbut.
Saran dokter tersebut saya jalankan dengan cara meminum temulawak secara rutin satu gelas setiap hari. Cara saya membuat obat dari temulawak bisa berbeda, tergantung kondisi dan ketersediaan alat untuk mengolahnya, tetapi jumlah temulawak yang saya olah tetap sama kira-kira seukuran 2 siung bawang putih.
Cara pertama :
Alat : Blender, Pisau dapur, sendok makan dan saringan teh/saringan kopi
Bahan : temulawak seukuran 2 siung bawang putih, 1 gelas air putih dan 4 sendok makan gula pasir
Cara membuat :
Temulawak (yang telah di kupas) + 1 gelas air + 4 sendok gula pasir di blender sampai halus
Saring hasil blender ke dalam gelas dengan menggunakan saringan teh / saringan kopi
Setelah disaring kadang saya langsung meminumnya atau memasaknya sampai mendidih terlebih dahulu
Cara kedua :
Alat : Pisau dapur, kompos, panci dan sendok makan (atau alat pengaduk lain)
Bahan : temulawak seukuran 2 siung bawang putih, 1.5 gelas air putih dan 4 sendok makan gula pasir
Cara membuat :
Kupas dan iris Temulawak dengan ukuran kira-kira sebesar irisan bawang merah yang biasa di goreng
Didihkan (masak) temulawak + 1,5 gelas air + 4 sendok makan gula pasir sampai kira-kira menjadi 1 gelas air
Setelah dingin, obat siap diminum
Setelah saya meminum jamu temulawak selama lebih kurang 2 minggu saya kembali memeriksakan diri ke dokter, dan alhamdulillah, hasilnya sangat mengejutkan karena kadar SGOT, SGPT dan indikator lainnya sudah lebih baik dari normal...
Sampai dengan saat ini saya masih meminum jamu temulawak untuk menjaga kesehatan, tetapi tidak tiap hari..
Itulah pengalaman saya, semoga bermanfaat
Komentar
Posting Komentar