Langsung ke konten utama

Menghemat Pemakaian BBM pada Usaha Angkutan

Para pengusaha angkutan atau pemilik armada truk angkutan barang mungkin sudah mahfum bahwa salah komponen biaya terbesar pada operasional truk adalah biaya BBM. Oleh karenanya, mengendalikan BBM pada bidang usaha angkutan merupakan suatu keharusan. Kami (saya dan teman-teman di perusahaan tempat kami bekerja) mengalami masalah pada biaya BBM ini, yakni pemakaian BBM boros (konsumsi BBM jauh lebih besar dibanding dengan konsumsi BBM di perusahaan lain yang sejenis). Sebagai gambaran, konsumsi BBM kami rata-rata 0.22 liter per km atau dibawah 4 km per liter. Berdasar pengamatan dilapangan kami menemukan adanya indikasi pencurian BBM oleh pengemudi dengan menyedot BBM dari dalam tangki BBM truk. Upaya penyedotan / pengambilan BBM dari tangki dapat terjadi beberapa cara antara lain dari lubang pembuangan tangki, melalui saluran (hose) BBM dari tangki BBM menuju saringan atau melalui lubang pengisian BBM.

Berdasar temuan (adanya indikasi pencurian oleh beberapa pengemudi) kami melakukan upaya pengamanan berupa
pemasangan pengaman pada hose/pipa saluran BBM (yang  mengalirkan BBM dari tangki ke saringan BBM), baud pembuangan BBM dari tangki,
pemasangan pengaman pada penutup lubang pengisian BBM sehingga memungkinkan untuk mengunci lubang pemasukan BBM pada tangki dengan menggunakan gembok. Khusus untuk armada yang kami tugaskan ke luar kota, dimana risiko pencurian lebih tinggi, selain dengan memasang pengaman tersebut diatas kami memasang segel perusahaan pada pengaman lubang pemasukan BBM pada tangki BBM.

Evaluasi hasil dari upaya kami tersebut membuahkan hasil positif, satu bulan sejak pemasangan pengaman konsumsi BBM turun sekitar 38 % dari yang semula 3,5 km per liter menjadi 4,86 km per liter.

Jika ada rekan yang memerlukan informasi lebih rinci mengenai hal ini silahkan kirim email ke alamat email  : ojeng2701@gmail.com atau telp ke 081349475258 / 085246654218.

Demikian pengalaman kami semoga bermanfaat !!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Blog Tidak Untuk Dibaca

Aku sangat yakin, blog ini tidak akan banyak dikunjungi netizen, sebab contentnya tidak ada yang khas apalagi penting. Tapi blog ini penting artunya bagiku : tempat aku bercerita dikala tak ada siapapun disekitarku. Aku tak pernah merasa sepi dalam jangka waktu lama, selama jaringan internet tersambung jauh ke tempat ramai hingar bingar.. tempat yang hanya ku bayangkan dari kebun sawit ini. Tempat dimana aku menghabiskan separuh hidupku .. bahkan mungkin tempat terakhirku  "menunggu panggilan" terakhirNya. Di tempat yang sedikit terisolasi ini aku sudah sangat merasa nyaman. Selalu begitu. Aku akan cepat betah dimanapun Tuhan menaruhku. Bagiku, semua tempat sama saja. Gemericik gerimis, riuhnya suara hujan lebat, teduh dan teriknya matahari, terpaan kencang dan terkadang semilirnya angin, gulita dan kilauan bintang di malam hari, temaram dan pendarnya bulan, gerah dan sejuknya sapaan pagi aku rasakan sama saja disemua titik kordinar bumi ini. Kenapa mesti galau ketika kita ...

Khasiat Temulawak untuk Obat Hepatitis

Saya pernah di diagnosa menderita penyakit hepatitis oleh dokter perusahaan dimana tempat saya bekerja, dan sempet opname selama 3 hari. Saya sempet hopeless sebab sebagian orang menganggap penyakit ini salah satu penyakit berat, dan yang mengganggu pikiran saya adalah hepatitis juga merupakan penyakit menular. Untungnya selain memberikan obat medis dokter yang juga temen saya itu juga menyarankan agar saya mengkonsumsi temulawak. Untuk memperkuat keterangan dokter, saya pun rajin mencari informasi mengenai penyembuhan hepatitis dengan temulawak di internet... dan ternyata banyak artikel yang memperkuat pendapat / saran dokter tersbut. Saran dokter tersebut saya jalankan dengan cara meminum temulawak secara rutin satu gelas setiap hari. Cara saya membuat obat dari temulawak bisa berbeda, tergantung kondisi dan ketersediaan alat untuk mengolahnya, tetapi jumlah temulawak yang saya olah tetap sama kira-kira seukuran 2 siung bawang putih. Cara pertama : Alat : Blender, Pisau dapu...